Pertemuan Singkat Itu

Baru tadi pagi aku bertemu dengannya dan di pagi itu pula aku harus ikhlas melepas kepergiannya. Sebenarnya sejak semalam ayah sudah memberitahuku kalau dia sudah datang, tapi aku enggan menemuinya. Aku mengatakan kepada ayah kalau aku akan menemuinya besok, karena aku baru saja pulang dari kantor dan masih merasa lelah. Saat pertamakali kutolak untuk bertemu dengannya, ayah mencoba sekali lagi membujukku untuk sebentar saja bertemu dengannya, tapi tawaran ayah tersebut kutolak dengan sopan, “besok saja yah, pagi-pagi sekali akan kutemui dia”‘ ujarku kepada ayah.

Andai saja tawaran ayah semalam aku terima, mungkin aku akan lebih mengenal dirinya dan punya cukup waktu untuk bersama dengannya. Penyesalan memang selalu muncul dibelakang, aku sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi sekarang, aku hanya bisa menerimanya dengan ikhlas dan berdoa untuk kebaikan semuanya.

Pagi selepas sholat Ied, aku teringat janjiku kepada ayah semalam, “ya aku harus menemui dirinya pagi ini”, gumamku dalam hati. Meskipun langkah ini berat tapi aku harus menunaikan janjiku kepada ayah. Tidak sampai lima menit aku berjalan ke tempat dimana dia berada dan dari kejauhan aku bisa melihat dirinya. Dia terdiam didekat rerindangan pohon itu, terlihat damai dan teduh sekali.

Tetapi kenapa begitu banyak orang disekitarnya, dan ternyata dia juga tidak sendirian, ya dia bersama dengan teman-temannya. Ada tanda tanya besar dalam hatiku. “kenapa? pasti ada sesuatu disana.” ujarku lirih. Langsung aku bergegas menghampirinya. Ketika aku tiba disampingnya dia masih saja terdiam membisu, ada rasa gelisah nampaknya namun dia berusaha untuk tetap terlihat tenang.

Aku sudah berada disampingnya ketika aku menyapanya dengan lirih. Aku berkata kepadanya “maaf,,kalau pertemuan kita begitu singkat, seharusnya dari semalam aku menemuimu..”.

Suasana tiba-tiba menjadi hening, tidak terdengar sedikitpun jawaban darinya. Namun tiba-tiba terdengar suaranya.. “embheeeeeeeek,,embheeeeek..!” sontak aku terbangun dari lamunanku, saat panitia mulai membawanya ke tanah lapang untuk disembelih..

Aku hanya bisa berkata..”selamat tinggal mbing..”

2 Tanggapan ke “Pertemuan Singkat Itu”


  1. 1 Sawali Tuhusetya November 30, 2009 pukul 7:14 pm

    kirain pertemuan di acara tpc, mas hendra, hehe …. kan lama juga kita, bahkan sempat terhadang banjir di kranggan, wakaka ….


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s





Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.